Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

HANCUR

Hatiku sudah hancur lebur. Dihancurkan oleh sejuta pisau yang kau bawa. Hatiku sudah tak dapat merasakan rasa cinta dan rasa kasih sayang. Kau meracuninya dengan kebohongan. Kebusukan hatimu yang tak ku cium sebelumnya. Sandiwara hebatmu yang kau mainkan demi menghancurkan hatiku tentunya. Semua itu sangat menakjubkan dan berhasil. Sedikit demi sedikit waktu yang berjalan. Seiring dengan sedikit demi sedikit kau menyayat nyatat hatiku. Bahkan kaupun juga merobek robeknya. Apakah aku hanya dijadikan boneka yang selalu jadi pelampiasan cinta palsumu. Apa salahku? Apakah aku pernah membuat kesalahan terbesar terhadap dirimu? Sehingga dirimu membuat diriku tak bisa merasakan indahnya cinta ini. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku telah dibutakan oleh cinta busukmu yang kau tutupi dengan sejuta kata yang kau rangkai sedemikian rupa sehingga kebusukannya tak terlihat. Tapi apa daya diriku yang sebenarnya tau rencanamu. Dan apa daya diriku yang sudah diperdaya oleh cintamu. ...

Dirimu

Menatapmu membuatku semakin kagum Kagum atas ciptaan Tuhan Kagum dengan ketampananmu Lekuk lekuk di wajahmu begitu sempurna Perhatianku selalu tertuju padamu   Kau mengagumkan Kau juga misterius Kemisteriusanmu membuatku semakin kagum Dan semakin penasaran Siapakah sebenarnya dirimu Aku ingin mengenalmu lebih dekat lagi Tapi mungkinkah aku bisa

Renunganku

Malam yang sunyi Malam yang gelap Udara dingin menerpa Suara – suara jangkrik bernyanyi Mengusik kesunyian malam ini Lampu agak redup menyinari ruangan Ku duduk disudut ruang Dengan wajahku yang basah Mataku yang perih Hidungku yang mulai mampet Ku menunduk Ku merenung Ku berfikir Ku berdoa Betapa beratnya dosa – dosaku Betapa sangat hinanya diriku Yang belum mampu selalu menjalankan perintah-Nya Yang belum mampu menghindari larangan-Nya Harus aku bayar pakai apa semua ini Pantaskah ku menginjakkan kaki di surga nanti Mencium aromanya saja aku tak pantas

Harapan Kosong

Terlalu berharap dan pada akhirnya harapan tersebut sirna begitu saja. Memang benar itu sangat menyakitkan. Harapan yang sirna, kepercayaan yang mungkin juga ikut sirna. Terlalu berharap agar kamu bisa mengerti aku. Apakah itu hal konyol ? Aku hanya berharap begitu, hanya itu. Dan apakah yang kau terima ? Harapan yang tak ada jawaban. Harapan sederhana yang kumiliki. Aku tak minta lebih darimu. Apa aku salah meminta kau menjawab atau mengabulkan harapanku itu. Kalau aku salah maafkan aku yang terlalu bermimpi tinggi untuk harapan sederhana itu. Yang bisa ku lakukan hanyalah selalu berharap, mengandai-andai, membayangkan, menghayal sesuatu yang tak kau berikan.

Dirimu

Mencintaimu adalah hal terindah bagiku Memilikimu adalah impian masa depanku Memberimu kenyamanan adalah inisiatifku Merindukanmu adalah kebiasaanku yang tak bisa ku hilangkan Menatapmu membuat hatiku bergetar Hari – hariku bahagia karena dirimu Disaat ku merindukanmu Ku bayangkan senyum itu Senyummu yang tulus yang mampu menggetarkan seribu sel hatiku