MASIH LEVEL TERENDAH
Sendiri bisa bahagia kamu bilang? Alhamdulillah saya belum sampai level itu.
Saya baru sampai di cara mengiklaskan kamu bahagia bersama orang lain.
Saya baru sampai di bagaimana caranya agar pikiran saya bisa mem blacklist semua tentang kamu.
Saya baru sampai bagaimana agar saya sadar dan tidak dibutakan oleh cinta. Haha biasanya orang orang menyebut "cinta" tetapi bagi saya itu adalah perasaan yg berlebihan.
Saya baru sampai membiasakan diri tanpa tetek bengek yang berhubungan denganmu.
Saya baru sampai bagaimana mengalihkan pikiran saya dengan tidak mengingatmu. Tetapi saya juga tau semakin saya berusaha melupakan mu semakin pula saya teringat tentangmu.
Saya baru sampai di menangis nangis ga jelas saat merindukan masa lalu. Padahal masa lalu itu tidak perlu dirindukan, di ingat, di kenang, hanya cukup dilalui. Tetapi karna saya masih buta dengan perasaan yang berlebihan.
Saya baru sampai bagaimana menguatkan hati saat berpapasan denganmu.
Saya baru sampai bagaimana mengontrol perasaan yang tidak karuan ini saat hanya sekedar say hai chatingmu mampir di WhatsApp ku.
Saya baru sampai bagaimana caranya terlihat baik-baik saja didepan banyak orang. Bagaimana caranya selalu terlihat ceria tanpa beban pikiran dan hati.
Saya baru sampai bagaimana berdamai dengan semesta bahwa kita bukan lagi kita. Tetapi aku dan kamu yang dipisahkan dengan kata dan.
Saya baru sampai bagaimana mengikis perasaan yang berlebihan ini.
Saya baru sampai mencoba bersyukur mencoba tidak berpikiran negatif atas apa yang terjadi. Saya baru sampai berhenti mengagumimu!
Saya baru sampai level terendah yang bagi saya masih sangat berat untuk sekedar merealisasikan kalimat "saya bisa bahagia sendiri tanpa ada kamu".
Komentar
Posting Komentar