Postingan

masih tentangmu

lebih dari puluhan hari kamu meninggalkan rasa ini dan asap rokok yang entah bagaimana selalu mengingatkanku padamu aku sudah melupakanmu,seharusnya hingga malam ini aku masih tersesat diantara bisingnya jalanan lalu purnama tampak keemasan dimulai dari malam ini ternyata semuanya masih tentangmu

rindu yang tak rampung

detik demi detik telah berlalu namun rasa ini tak mau rampung mengharap hadirmu  waktu berlalu tapi kita tak kunjung satu mungkin tulisan takdir, berharap rasa ini berakhir

sebuah rindu

lagi-lagi malam ini rindu jatuh di kamarku membuka bayangan masa lalu rasanya ku ingin memanggilmu tapi kala itu kau bilang aku tak boleh berharap kepadamu tuan taukah kau? beratus-ratus kilo detik aku berusaha melupakanmu aku membakar bayangan tentangmu  tapi abu itu masih berada di tungku

Diksi

 efemeral      ; tidak kekal elegi             ; kesedihan eunola          ; pemikiran yang indah enigma          ; teka teki euonia          ; yang indah fana               ; palsu frasa               ; makna

untuk tuanku

Selamat malam, aku akan berada disini selama kau ingin mempunyai teman cerita. Tuan kenapa rambutmu lusuh lagi? haluan mana lagi yang kau temui malam ini? sebentar aku basuh peluhmu yang perih itu. Tak bosan aku mendoakan kesembuhanmu. Selain kain itu, lukamu sudah kurawat dengan ramuan agar kau lekas bahagia. Tapi tuan, akankah kau akan mencariku lagi apabila sudah kau temui hal yang kau cari? sudah mahir aku merawat lukamu. Tapi tuan apabila sudah pulih utuh, akankah aku dibutuhkan lagi? Tuan belum menjawab. Mungkin sedang berbaur dengan bintang lain. Atau sedang menunggu pagi. Dia tidak kesepian lagi. Dia tidak sedih lagi. Tidak akan datang kepadaku lagi. Selamat malam. Aku akan menunggumu di sini sepanjang masih diingat. Bolehkah aku mengobatimu sekali lagi?

kenangan

  jiwaku sudah terkikis anganku mengais-ngais malampun menangis kenangan itu datang lagi mencengkram erat relung hati jeritanku terbungkam sepi malampun terasa tak berhenti

aku ingin

aku ingin menyibak isi kepalamu dengan sederhana adakah siapa saja disana? aku ingin masuk ke hatimu dengan sederhana adakah siapa sebenarnya penghuni disana? aku ingin mencintai dengan sederhana tanpa memikirkan banyak hal yang menimbulkan luka bukankah mencintai tak perlu menuntut? bukankah cinta tak perlu balasan? kenapa kali ini cinta yang ku temui tidak sesederhana itu kenapa cintaku memaksamu? ataukah ini bukan cinta tetapi obsesi? tapi bukankah cinta tak perlu alasan? dan aku tak punya alasan apapun apabila ini hanya obsesi belaka